Rabu, 02 September 2009

Hukum Bom Bunuh Diri di JW Marriot dan Ritz



Dalam Kajian ini dijelaskan tentang Hukum bom bunuh diri dan sikap Ahlus Sunnah terhadap pemerintah Muslim. Ceramah ini disampaikan dalam menanggapi bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz akhir-akhir ini. Di sampaikan oleh Ust. Badrussalam, Lc. Selamat menyimak dan semoga bermanfaat.

DOWNLOAD CERAMAH DISINI

Faidah yang dapat diambil dari ceramah:

1. Islam adalah agama yang datang untuk memperbaiki, bukan merusak.
2. Barangsiapa yang membunuh seorang muslim dengan sengaja maka dia masuk neraka jahannam, Allah murka kepadanya, dan Allah akan melaknatnya.
3. Tidak boleh membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah tanpa hak yang benar
4. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga perkara: orang yang membunuh, orang yang berzina tetapi telah menikah, dan orang yang murtad. Ini dengan catatan bahwa yang menghukumnya adalah pihak yang berwajib.
5. Membunuh orang kafir yang berada dalam perlindungan/ perjanjian orang-orang Islam adalah haram bahkan dalam sebuah hadits dikatakan bahwa dia tidak akan mencium bau surga.


6. Islam melarang seorang muslim bunuh diri.
7. Orang yang mati karena bunuh diri kelak akan disiksa dengan cara yang sama bagaimana dia bunuh diri.
8. Tidak ada maslahatnya melakukan bom bunuh diri seperti yang terjadi akhir-akhir ini, justru yang ada malah kaum muslimin manjadi alergi dengan sunnah, orang yang berjenggot –karena sunnah- dianggap teroris, dan sebagainya.
9. Diantara keyakinan Ahlussunnah adalah wajib taat kepada pemimpin kaum muslimin selama mereka tidak memerinthakan untuk berbuat kemaksiatan, meskipun mereka adalah pemerintah yang dzalim. Bukan justru gampang-gampangnya mengkafirkan pemerintah sehingga menyebabkan munculnya bom-bom disana-sini yang sebenarnya akarnya adalah karena menanggap pemerintah telah kafir.
10. Keyakinan Ahlussunnah, bahwa berhukum dengan selain hukum Allah adalah dosa besar, tetapi tidak secara otomatis kafir.
11. Penafsiran Ibnu Abbas atas ayat Allah, ”Dan siapa yang berhukum dengan hukum selain Allah adalah kafir”, yang dimaksud adalah ”kufrun duuna kufrin”, artinya kufur yang tidak mengkafirkan. Atsar ini shahih.
12. Sebagai penguat lagi adalah Raja Najasyi, seorang raja yang menyembunyikan ke-Islamannya, yang tentu saja dalam pemerintahnya tidak berhukum dengan hukum Allah, tetapi Nabi justru melaksanakan sholat ghoib ketika Raja Najasyi meninggal, yang hal ini menandakan bahwa Raja Najasyi adalah muslim yang tidak kafir karena tidak berhukum dengan hukum Allah dalam pemerintahnya. Seandainya Raja Najasyi kafir karena tidak berhukum dengan hukum Allah dalam pemerintahnya, tentu Nabi dan sahabat tidak akan mensholatinya.
13. Masalah mengkafirkan seorang muslim adalah perkara yang sangat berat, justru dalam sebuah hadits dikatakan bahwa jika seseorang menuduh orang kafir, maka bisa kembali tuduhan tersebut kepada si penuduh jika tuduhan tersebut tidak benar.
14. Ahlusunnah bersepakat dalam masalah mengkafirkan seseorang harus terpenuhi padanya (yang melakukan perbuatan kufur) empat syarat: (1). Orang yang melakukannya telah baligh dan berakal. (2). Orang tersebut melakukannya dengan kerelaan, tanpa adanya paksaan. Dengan dalil kisahnya Ammar bin Yasir. (3). Sudah tegak padanya hujjah/ dalil, dia sudah paham hujjah yang disampaikan dan tidak ada syubhat. (4). Dia melakukan kekufuran tersebut tidak karena muta-awwil / adanya syubhat sehingga menganggapnya sebagai suatu hal yang diperbolehkan. Dengan dalil kisah Muadz bin Jabbal radliyallahu’anhu yang sujud kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.
15. Syaikhul Islam mengatakan: ”Tidaklah kaum muslimin memberontak kepada pemimpin yang sah, kecuali Allah akan berikan kepada mereka berbagai macam kehinaan.”
16. Terjadinya pemimpin-pemimpin yang dzalim itu semua adalah kesalahan rakyatnya. Allah tidak akan memberikan suatu pemimpin suatu kaum melainkan sesuai dengan keadaan rakyatnya. (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)
17. Pemimpin adalah cermin bagi rakyatnya (Ibnu Qayyim)
18. Terlarangnya mencela pemerintah dihadapan khalayak ramai.
19. Menasehati pemerintah adalah dengan cara yang baik, dan dengan menyendiri dengan mereka. Nabi bersabda, ”Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, janganlah ia menampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Jika penguasa itu mau mendengar nasihat itu, maka itu yang terbaik dan bila si penguasa itu enggan (tidak menerima), maka sungguh ia telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya.” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah).

sumber link ceramah: http://radiorodja.com

Bahaya di Balik Minuman Soda Berlabel 'Nol Kalori'



Jakarta, Asupan kalori yang berlebih bisa menyebabkan berat badan bertambah. Itulah teori yang dipakai produsen minuman bersoda rendah kalori untuk menjual produknya. Tapi tahukah Anda bahwa minuman soda berlabel 'nol kalori' pun sebenarnya berbahaya?

Dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat yang mulai memikirkan asupan kalori, produsen minuman soda pun berlomba-lomba membuat produk yang rendah kalori bahkan tidak berkalori. Itulah sebabnya, di luar sana minuman soda nol kalori sangat populer dan banyak dikonsumsi.

Sebagai perbandingan saja, 1 kaleng minuman soda biasa mengandung 143 kalori, sedangkan 1 kaleng minuman soda nol kalori hanya mengandung 1 kalori. Kedengarannya seperti menyehatkan bukan?

Tapi jika Anda cermat dan teliti melihat komposisinya di kemasan produk, terdapat perbedaan yang besar antara minuman soda biasa dan nol kalori. Minuman soda nol kalori mengandung aspartam atau pemanis buatan, sementara minuman soda bisa menggunakan gula asli.


Aspartam memiliki rasa manis 180 hingga 200 kali lebih tinggi daripada gula biasa. Dalam regulasi yang dibuat oleh Food and Drug Administration (FDA), aspartam diperbolehkan penggunaannya untuk jenis minuman penurun berat badan.

Namun ternyata beberapa studi menunjukkan efek samping yang berbahaya dari aspartam, meliputi pusing-pusing, sakit kepala, perubahan mood dan reaksi pada kulit, bahkan kalori rendah pun masih bisa meningkatkan berat badan.

Dikutip dari That's Fit, Selasa (1/9/2009), sebuah studi menyebutkan bahwa ketika seseorang mengonsumsi sesuatu yang rendah kalori, dalam otaknya akan tertanam asumsi tidak apa-apa mengonsumsinya terus-terusan karena kalorinya kecil.

Dengan demikian, nafsu makan pun akan terstimulasi dan Anda akan makan lebih banyak lagi. Mengonsumsi minuman manis juga membuat seseorang ketagihan dan ingin mengonsumsi lagi dan lagi.

Sebetulnya tidak ada soda yang sehat, meskipun itu nol kalori sekalipun. Sedikit sekali nutrisi yang terkandung di dalamnya, jadi tidak ada untungnya mengonsumsinya. Ada baiknya Anda memilih air putih, jus, teh atau minuman lain yang lebih sehat ketimbang minuman bersoda.


Sumber : http://health.detik.com/

Wanita Shalat Tarawih Berjama’ah



Saat Ramadhan, ada pemandangan baru di masjid-masjad kaum muslimin. Masjid-masjid jadi ramai dan penuh jama’ah shalat, terutama ketika shalat Tarawih, tak ketinggalan pula kaum wanita.

Ketahuilah bahwa shalat seorang wanita didalam rumah lebih utama.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian datang ke masjid, dan rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Dawud:533, Ahmad: 5/195, Ibnu Khuzaimah: 1684, Al Baihaki: 3/131)

Akan tetapi, apabila wanita hendak shalat berjama’ah di masjid maka hendaklah memperhatikan perkara berikut:

1. Izin suami atau orang tua terlebih dahulu.
Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila istri kalian meminta izin untuk pergi ke masjid maka janganlah engkau larang.” (HR. Bukhari: 827, Muslim: 1234)


2. Perhatikan pakaianmu.
“Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya…” (QS. An-Nur: 31)
Janganlah seorang wanita menjadi sumber fitnah bagi kaum laki-laki dengan memakai pakaian mencolok yang mengundang perhatian orang banyak. Ikutilah aturan agama dalam berpakaian sehingga bulan yang suci ini tidak ternodai.

3. Janganlah memakai parfum.
Prekara ini yang sering diterjang oleh wanita muslimah, terutama gadis remaja yang baru beranjak dewasa. Padahal larangan masalah ini sangat jelas.

Semoga Allah memberkahi kita pada bulan yang mulia ini, menerima amalan kita dan mengampuni dosa dan semua kesalahan kita amin..


Wallahu‘Alam

Sumber : Zailand Vw Zanky Al-Fur'iny